Vera Farah Bararah - detikHealth

img
Madeleine, korban penculikan (mirror)
Jakarta, Tindak penculikan terhadap anak-anak makin marak terjadi. Mulai dari alasan masalah ekonomi (pemerasan), dendam pribadi dengan orangtua si anak hingga jual beli anak. Orangtua dan anak perlu menanamkan sikap waspada agar terhindar dari penculikan. Banyak cara yang dilakukan oleh penculik dalam merayu anak-anak tersebut, ada yang diiming-imingi permen, coklat, mainan bahkan diajak ke tempat hiburan. Belum lagi modus baru seperti menjebak orangtua dengan lomba balita, mengaku saudara dengan mengelabui perawat di rumah sakit. Menjadi hal yang penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak bagaimana agar tetap aman dari para pengganggu serta orang yang ingin menyakitinya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari penculikan, seperti dikutip dari eHow, Selasa (27/10/2009): 1. Menggunakan pengalaman sehari-hari untuk mengajarkan anak mengenai keamanan dirinya sendiri. Katakan pada anak agar jangan mau pergi dengan orang yang belum dikenal di manapun, meskipun orang tersebut terlihat baik atau ramah serta menjanjikan sesuatu. Dan jika anak merasa tidak aman, ajarkan untuk pergi ke restoran, pos polisi terdekat atau tempat umum lainnya untuk meminta pertolongan. 2. Memberitahu anak agar selalu menjaga jarak dengan orang asing dan sebaiknya segera lari atau berteriak jika orang asing tersebut semakin mendekat. 3. Beritahu anak agar selalu berjalan atau bermain bersama teman-temannya dan jangan pergi sendirian. 4. Memberitahu anak batasan mengenai sikap yang boleh atau tidak boleh dilakukan orang lain terhadap dirinya. Seperti tidak boleh memegang bagian tubuh si anak, sehingga anak akan berusaha untuk menghindar jika ada orang lain yang ingin menyentuhnya. Jika orang tersebut tetap memaksa, beri tahu anak agar segera menghindar atau berlari. 5. Menggunakan pengalaman orang lain atau teman dalam mengajarkan anak, karena anak akan lebih mudah mengingat sebuah cerita. Setelah itu beritahu anak hal apa yang harus dilakukannya jika berada pada situasi seperti itu. 6. Ajarkan anak agar tidak menerima atau mengonsumsi apapun yang diberikan oleh orang lain. Beritahu anak bagaimana menolak yang sopan, jika anak terpaksa menerima sebaiknya jangan langsung dikonsumsi. 7. Beritahu anak mengenai nama orangtua dan nomor telepon yang bisa dihubungi, hal ini berguna jika anak dalam masalah dan ingin meminta pertolongan. Serta ajarkan anak-anak untuk mempercayai apa kata nalurinya, jika anak merasakan sesuatu yang aneh maka segera melarikan diri. Selain itu diperlukan pula perhatian dari orangtua terhadap keselamatan anaknya di tempat umum atau sekolah agar terhindar dari penculikan, seperti berikut:
  1. Jika jarak sekolah dan rumah cukup jauh, maka anak bisa diantar jemput. Beritahu anak agar jangan mau pulang dengan orang asing atau orang tidak biasa menjemputnya. Orangtua juga bisa berpesan pada gurunya agar menemani sang anak sampai dirinya atau orang yang sudah dikenal menjemputnya.
  2. Jika pergi ke mal yang ramai pengunjungnya, sebaiknya orangtua tetap menggenggam tangan sang anak dan jangan sampai terlepas. Namun, jika anak masih kecil tidak ada salahnya untuk menggendongnya.
  3. Jangan meninggalkan anak sendirian dimanapun dan kapanpun, termasuk saat anak ingin ke kamar mandi di mal atau tempat umum lainnya.
  4. Saat anak bermain di tempat bermain umum, dampingi selalu anak di sampingnya. Jika tidak bisa masuk ke dalam, jangan melepaskan pandangan mata atau pengawasan dari sang anak.
  5. Saat anak berada di rumah, pastikan pintu dan jendela tertutup dan terkunci agar anak tidak keluar rumah.
  6. Jangan biarkan anak mengangkat telepon atau membukakan pintu, karena hal ini sangat berisiko. Penculik saat ini sangat berani dan hanya butuh waktu beberapa menit untuk membawa kabur sang anak.


Deden Gunawan - detikNews


Foto: Glamouur
Jakarta - Sebanyak 100 paket alat pemalsu keperawanan yang dijual Hartarto ludes hanya dalam tiga hari. Padahal penjualan yang dilakukan Hartato hanya lewat iklan di internet. Karena kehabisan, bagi yang ingin memesan selaput dara palsu seharga Rp 700 ribu itu, harus menunggu hingga bulan depan.

"Stok kita memang terbatas. Karena saya mengimport dengan cara konvensional lewat saudara saya yang bekerja di Jepang. Dia pulang ke Indonesia setiap dua
sampai tiga bulan sekali," jelas Hartarto saat berbincang-bincang dengan detikcom.

Selain kesulitan dalam mengimpor, Hartato sengaja tidak menjual dalam jumlah besar supaya bisa tetap dapat untung besar. Pasalnya, jika barang tersebut
membanjiri Indonesia harganya akan jatuh secara drastis.

Dijelaskan Hartarto, alat keperawanan palsu bermerk Cigimo ia beli di Jepang seharga 30 dollar AS. Bila dikurskan ke dalam rupiah saat ini berkisar Rp 290
-300 ribu. Nah, di Indonesia barang tersebut kemudian ia jual dengan harga Rp 700 ribu. Alhasil, dengan menjual Cigimo, Hartarto dapat meraup puluhan juta hanya dalam beberapa hari.

Pria yang tinggal di wilayah Jakarta Timur tersebut mengaku sudah menjual selaput dara palsu sejak pertengahan 2008. "Saya hanya jual alat itu saja. Tidak
yang lainnya. Karena untungnya besar dan sangat laris," ujarnya.

Ditambahkannya, Hymen Keperawanan buatan itu dibuat dari Kyoto, Jepang pada 1993. Alat itu kemudian menyebar ke Thailand pada 1995 dan sekarang tersedia di
Asia Tenggara, Asia Selatan dan di negara-negara Timur Tengah.

Hartarto mengaku, tertarik menjual Cigimo itu lantaran alat pemalsu keperawanan itu di Jepang, Thailand dan Singapura sangat laris. Akhirnya ia pun coba-coba menjualnya di Indonesia. Dan teryata responnya juga besar. Alhasil, ia pun ketagihan.

Hingga saat ini setidaknya ia sudah 4 kali mendatangkan alat bantu seks tersebut dari negeri Sakura. Jumlah yang dibawa ke Indonesia masing-masing 100 paket. Hal tersebut sengaja dilakukan supaya lebih mudah melewati pemeriksaan Bea Cukai di bandara.

Di Pasaran Indonesia, selaput dara palsu tersebut memang belum banyak beredar. Beberapa toko alat bantu seks yang dikunjungi detikcom mengaku tidak menjual
alat tersebut. "Kita belum dikirimi sama importir. Kalau sudah dikirim pasti kami tawarkan," kata Anton, pedagang alat bantu seks, yang berlokasi di daerah
Palmerah, Jakarta Barat.

Anton mengaku sudah lama mendengar adanya alat selaput dara palsu tersebut. Namun menurut Anton, dirinya lebih tertarik dengan buatan Inggris. Soalnya
bahan-bahan yang digunakan sangat alami dan lebih higienis. "Kalau barang yang dari Jepang atau China berbau latex. Jadi kurang nyaman saja," jelasnya.

Anton memprediksi, paling tidak 3 bulan lagi selaput dara asal Eropa tersebut bisa didatangkan ke pasaran. Itupun jika permintaan toko kepada importir sangat banyak.

Saat ini produk bernama Artificial Virginity Hymen bermerk Cigimo itu ada dua versi. Ada yang bilang buatan China ada juga yang mengatakan dari Jepang.

Namun yang pasti, alat itu diyakini bisa mengelabui seorang pria yang berhubungan dengan wanita pemakai alat tersebut. Pria tersebut akan menduga ia
sedang melakukan hubungan seksual dengan seorang perawan. Karena memang produk tersebut sengaja dibuat untuk konsumsi para wanita yang sudah tidak
perawan dan baru menikah untuk mengelabui suaminya agar dikira masih perawan.

Dalam petunjuk penggunaan di website produsen alat tersebut dijelaskan, Cigimo dimasukan ke alat vital wanita 25 menit sebelum hubungan intim dilakukan. Saat berhubungan intim tersebut alat itu akan mengeluarkan cairan seperti darah dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.

Untuk lebih meyakinkan, wanita pengguna alat tersebut disarankan melakukan erangan atau jerit seperti kesakitan. Sehingga pasangan pria akan semakin yakin
kalau wanita pemakai alat tersebut benar-benar masih perawan.

Tapi belakangan alat tersebut dilarang peredarannya di Timur Tengah, khususnya Mesir. Para ulama di Mesir menganggap alat tersebut bisa mendorong terjadinya hubungan seks bebas bagi warga negaranya.

Para konservatif dan pembuat undang-undang di Mesir pun langsung melarang peredaran alat tersebut, bahkan akan mengancam akan mengasingkan wanita di
negerinya jika ketahuan menggunakan alat tersebut.

Anggota Egypt's Muslim Brotherhood, Sayed Askar, seperti dikutip Glamour, mengatakan, Produk pemalsu selaput dara itu akan memicu seseorang melakukan
hubungan seksual terlarang. Ia juga menganggap alat tersebut lebih banyak mendatangkan keburukan daripada kebaikan.
(ddg/iy)

Miyabi dan Siklus Pornografi

Diposting oleh hotspot | 05.55 | | 0 komentar »

KEHEBOHAN di dunia perfilman kembali muncul. Di tengah berbagai bencana dan dinamika politik nasional, rumah produksi Maxima Picture akan membuat film dengan mendatangkan Miyabi ke Indonesia. Seperti diketahui bahwa Miyabi adalah nama lain dari Maria Ozawa yang merupakan pemain film porno terkenal dari Jepang. Memang di sini Miyabi direncanakan bermain di film yang bukan termasuk kategori porno dengan judul Menculik Miyabi. Namun tetap saja citranya sebagai ikon pemain film porno tetap melekat.

Karena itu, kedatangan Miyabi ke Indonesia langsung menuai kontroversi dan membelah masyarakat dalam sikap yang pro dan kontra. Kalangan yang dapat memaklumi kedatangan Miyabi beralasan bahwa kedatangannya ke Indonesia tidak bisa dicegah di mata hukum positif. Karena ia tidak melakukan tindakan kriminal atau aktivitas porno apa pun di Indonesia. Sementara kalangan yang kontra beralasan kedatangan Miyabi dapat merusak moral dan mencoreng citra Indonesia di mata dunia. Pemerintah sendiri belum mempunyai suara yang bulat dan tegas.

Negara Pornografi?
Secara objektif harus diakui bahwa apa yang dilakukan Miyabi dalam film-film porno di Jepang adalah betul-betul sebuah perilaku yang porno. Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Pengumbaran dan eksploitasi lekuk tubuhnya di depan kamera yang kemudian secara sadar diperjualbelikan adalah sebuah aktivitas ekonomi berbasis pornografi yang itu jelas-jelas terlarang kalau dilakukan di Indonesia. Di dalam film porno, yang menjadi komoditas adalah tubuh manusia, tidak ada kreativitas seni apalagi peningkatan kualitas karakter dunia perfilman.

Kasus Miyabi ini jelas berbeda dengan kasus goyang ngebor Inul, tari Jaipong, dan beberapa kesenian di Indonesia yang sering kali oleh beberapa kalangan dikatakan porno. Dalam beberapa contoh kasus itu, perdebatan tentang pornografi memang menjadi sesuatu yang wajar kerena penafsiran setiap orang bisa berbeda-beda. Ditambah lagi kalau di dalamnya ada nilai-nilai budaya dan kreativitas kesenian.

Karena itu, berbagai pertanyaan kritis pantas diarahkan ke Maxima Picture. Mengapa harus Miyabi yang dipakai? Bukankah ia tidak punya pengalaman akting serius dalam film-filmnya? Lalu apa yang akan disumbangkan Miyabi bagi peningkatan kualitas perfilman Indonesia? Kalau memang ingin mendatangkan bintang film dari luar negeri, mengapa tidak sekalian saja mengajak para peraih Oscar yang di antaranya banyak yang memiliki perhatian terhadap dunia perfilman di negara-negara berkembang?
Sampai saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara pengakses situs pornografi. Bintang porno yang paling banyak dicari di negeri ini adalah Miyabi (detik.com). Pemberitaan yang heboh tentang Miyabi sangat mungkin akan menjadi pendorong semakin bertambahnya jumlah pengakses situs pornografi di Indonesia. Sensasionalitas berita Miyabi dapat membuat mereka yang sebelumnya tidak pernah mengenalnya menjadi penasaran untuk mengaksesnya.

Karena itu sangat wajar kalau publik menilai bahwa motivasi pembuatan film Menculik Miyabi hanya untuk mengejar keuntungan materi. Sementara kerugian immaterial oleh ide usil ini tidak pernah dikaji. Maxima Picture tidak mempertimbangkan nilai-nilai etika yang ada di masyarakat. Memang secara formal, film ini tidak menyalahi hukum karena tidak berkategori porno. Namun dilihat dari substansi filosofis hukum, film ini jelas sangat bertentangan dengan etika dan nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia. Padahal hakikat hukum adalah nilai-nilai moral bukan goresan pena yang ada pada selembar kertas peraturan.

Hukum bukan hanya menjaga ketertiban dan keteraturan, namun juga sebagai alat rekayasa sosial agar masyarakat menjadi lebih baik, bukan justru dipelintir untuk menjadikan masyarakat menjadi lebih buruk. Film Menculik Miyabi ini ibarat pintu masuk generasi muda dan masyarakat Indonesia untuk berfantasi tentang pornografi. Selanjutnya karakter mereka berkembang secara liar menjadi generasi muda dan masyarakat pornografi Indonesia.

Karena itu, pelaku industri perfilman harus bersikap bijak dengan melihat juga faktor-faktor sosiologis dan kemanusiaan serta dampakdampak yang akan ditimbulkan, baik sekarang maupun yang akan datang. Perlu disadari bahwa kreativitas adalah proses inovatif untuk mewjudkan suatu ide menjadi nyata dan konstruktif. Produk yang dihasilkannya berperan besar bagi kemajuan peradaban dan menjadi pemecah masalah-masalah kemanusian, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Kreativitas harus diikuti oleh adanya tanggung jawab dengan menanggalkan egositas.

Pembelajaran kolektif
Meskipun persoalan pornografi selalu mengundang resistensi yang tinggi, namun kemunculannya seakan sudah menjadi siklus tersendiri. Setiap waktu akan muncul kasus pornografi baru yang sangat mungkin lebih heboh daripada kasus sebelumnya. Masih lekat dalam benak kita tentang kasus Majalah Playboy dan panasnya pembahasan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dalam masyarakat yang plural dan terbuka, munculnya kasus pornografi sepertinya sudah menjadi sesuatu yang sulit untuk dinihilkan. Ketika realitas perilaku dan budaya sudah semakin plural serta pertemuan antarpemikiran dan pendukungnya semakin intens, maka keragaman, kreativitas dan juga penyimpangannya sulit dihindari. Pornografi adalah sebuah penyimpangan terhadap nilai luhur kreativitas itu sendiri.

Sejarah juga menunjukkan bahwa kasus pornografi sebenarnya bersifat omnipresent (ada di mana saja). Apa pun corak masyarakatnya, kasus pornografi selalu saja bisa hadir. Karena itu, semua masyarakat harus siap menghadapi realitas munculnya kasus pornografi sambil berharap kemunculannya semakin kecil intensitas dan kehebohannya. Masalahnya adalah bagaimana negara dan masyarakat menyikapi kemunculan kasus pornografi.

Sayangnya, masyarakat dan negara selama ini belum bisa melakukan proses pendewasaan diri dalam menyikapi kemunculan kasus pornografi, tetapi cenderung stagnan. Sering polanya diawali dengan kalangan yang usil dengan membawa isu pornografi, kemudian disambut dengan aksi reaktif dari kalangan lain yang kontra dengan cara demonstrasi yang tak jarang dilakukan secara kasar dan destruktif. Sementara negara hanya dapat menonton saja dan masyarakat tercederai nilai sosial spiritualnya.

Karena itu, kasus Miyabi ini seharusnya bisa menjadi pembelajaran interaksi dan kerja sama dalam aktivitas positif untuk memerangi pornografi tanpa memberangus kreativitas dan pencarian keuntungan materi. Pembelajaran seperti inilah sebenarnya yang merupakan tahap paling penting namun sering kali kurang berhasil untuk dijalankan.

Pembelajaran ini semakin urgen bila melihat performa kenegaraan dan kemasyarakatan kita yang sering gagal dalam memanfaatkan konservasi waktu. Dari waktu ke waktu nyaris tidak ada perubahan atau perbaikan signifikan dalam menyikapi sebuah kasus pornografi. Seolah tidak ada pembelajaran untuk menjadikan kehidupan kolektif ini lebih baik dan lebih bermanfaat. Padahal, dalam sebuah learning system (sistem pembelajaran), jika tidak ada perubahan dan perbaikan sikap, berarti memang proses pembelajaran tidak terjadi. Ketiadaan pembelajaran ini bukan saja mengakibatkan kita menjadi manusia yang bebal, namun juga memperburuk kualitas kehidupan kolektif kita secara keseluruhan.

Karena itu, yang diperlukan sekarang ini adalah semacam mass consciousness and education (kesadaran dan pembelajaran kolektif) atas kasus Miyabi ini. Harus ada aksi bersama untuk menjadi lebih baik dan elegan dengan menggunakan semua potensi yang ada dalam sebuah congruent structural drift (gerakan struktural masyarakat yang sebangun). Dari sinilah diharapkan akan muncul transformasi untuk melakukan perubahan dan perbaikan kehidupan kolektif secara sistemik yang berorientasi pada kreativitas, bukan pada sensasi belaka.

Harun Ni’am
Peneliti Laboratorium Politik
Unwahas dan MIP Undip